oleh

Antisipasi Inflasi dan Perkembangan Global, Komisi II Gelar RDP dengan Bank Indonesia

Samarinda, Kaltimnow.id – Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Bank Indonesia (BI), di kantor DPRD Kaltim, gedung D lantai 3, pada Senin (20/06/2022).

Diketahui, BI merupakan salah satu mitra kerja Komisi II DPRD Kaltim yang turut bertanggung jawab untuk menjaga stabilitas harga atau nilai mata uang (rupiah). Tidak hanya itu, BI juga rutin menyusun dan mengawasi regulasi seluruh bank yang ada di Indonesia. Serta, melakukan riset dan pengamatan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Maka dari itu, RDP yang langsung dihadiri oleh Kepala perwakilan BI Kaltim Ricky Perdana Gozali menerangkan, pembahasan dalam rapat tersebut ialah bagaimana mengantisipasi inflasi dan perkembangan global ke depannya.

“Kita juga membahas apa saja hal-hal yang perlu kita cermati, baik perkembangan dan pertumbuhannya serta bagaimana menjaga inflasi. Karena, perkembangan global benar-benar berpengaruh pada ekonomi nasional termasuk Kaltim. Sampai kita bicara mengenai bagaimana pengembangan UMKM di Kaltim,” paparnya.

Ditempat yang sama, Anggota Komisi II DPRD Kaltim Elly Hartati Rasyid mengatakan, tujuan dari RDP tersebut sebenarnya untuk mempererat hubungan silaturrahmi antara keduanya dan mengetahui pertumbuhan ekonomi di Benua Etam.

“Pak Ricky memberikan paparan terkait peran Bank Indonesia di Kaltim, terhadap situasi global perekonomian Nasional hingga kondisi lokal Kaltim,” ungkapnya.

la menjelaskan, hubungan antara inflasi dan pertumbuhan ekonomi itu saling berkaitan, untuk pertumbuhan di Kaltim pun sangat luar biasa. Bahkan, ekonomi di Indonesia termasuk Benua Etam dikatakan Ely sangat kuat. Nilai tukar juga dirasa tidak hancur seperti negara lainnya.

“Bank Indonesia juga menyampaikan, bahwa cadangan devisa kita juga sangat banyak,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kaltim Nidya Listiyono menyampaikan, pertumbuhan ekonomi di Kaltim telah meningkat setelah sebelumnya menurun akibat perang Ukraina dan Rusia.

“Perang tersebut benar-benar berpengaruh terhadap perekonomian di dunia, termasuk Indonesia dan juga berimbas ke daerah. Karena, terdapat beberapa krisis yang ditimbulkan dari perang ini,” ungkapnya

“Alhamdulillah ekonomi Kaltim sudah positif, semoga Kaltim terus bertumbuh dan pemerintah bisa menekan inflasi ini,” pungkas Tio panggilan akrabnya. (cintia/adv/kominfokaltim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.