oleh

Budhist Centre Raih Penghargaan Sebagai Kategori Pengunjung Terbanyak, Pada Malam Anugerah Destinasi Pariwisata 2019

Samarinda – Pengelola objek wisata Budhist Centre meraih penghargaan sebagai kategori pengunjung terbanyak, pada acara Malam Anugerah Destinasi Pariwisata 2019, Si Juwita Maha Gita, di Mahakam Lampion Garden, Rabu (09/10/2019) malam.

Selain Budhist Centre, 4 pengelola objek wisata lainnya juga meraih penghargaan, yaitu Taman Salma Shofa katagori kreatif dan inovatif. Rumah Ulin Arya, kategori ramah lingkungan. Mahakam Lampion Garden, kategori atraksi dan pembuatan event paling kreatif serta Desa Budaya Pampang sebagai destinasi wisata terbaik.

Tim penilaian penghargaan pengelola objek wisata M. Fauzan Noor mengatakan, hasil tersebut setelah dilakukan penilaian dengan target kunjungan wisatawan 10 persen.

“Jadi penilaian dilakukan dari rata-rata kunjungan wisatawan. Dari kunjungan wisatawan kemudian di kali 10 persen. Hasilnya dijumlahkan dengan rata-rata kunjungan,” ungkap Fauzan.

Sementara itu Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Usaha Pariwisata Samarinda Agnes Gering Belawing yang juga sekaligus penggagas acara Malam Anugerah Destinasi Pariwisata 2019 mengungkapkan, dari 32 objek wisata yang ada di samarinda hanya 17 pengelola wisata yang memiliki tingkat disiplin dengan melaporkan hasil kunjungan wisatawan.

“Jadi hanya 17 pengelola wisata yang ikut kopentensi ini, kemudian dipilihlah yang terbaiknya,” ujarnya.

Agnes mengaku kegiatan yang dilakukannya ini diluar prediksi hingga mendapatkan tanggapan yang positif dari pemerintah. Ia yakin kegiatan yang khusus dirancang agar termotivasi oleh pengelola wisata ini bisa diagendakan setiap tahunnya.

Walikota Samarinda Syaharie Jaang yang hadir dalam acara ini mengatakan, Samarinda saat ini memiliki keunggulan, yaitu terdapat Bandara dan Jalan Tol yang akhir tahun ini selesai sehingga membuka orang datang ke Samarinda yang menjadi daya kunjungan.

“Saya selalu katakan dengan warga Samarinda bagaimana kita menjaga keamanan, keramahtamahan dan kebersihan sehingga kota kita menjadi kenangan baik bagi orang yang datang kesini dan ini otomatis menggerakan ekonomi Samarinda,” tambahnya. (kmn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *