oleh

Bupati Kukar Harap Program Keagamaan Dapat Dukungan Semua Pihak Atasi Kekurangan Guru Mengaji

Kutai Kartanegara, Kaltimnow.id – Dalam meningkatkan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berakhlak mulia, unggul dan berbudaya. Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damanysah mengajak semua pihak turut berpartisipasi melalui program-program keagamaan.

Dirinya pun menyadari, tanpa adanya dukungan dari seluruh kalangan, program-program tersebut tak dapat berjalan dengan sendirinya.

“Tanpa ada dukungan dan kebersamaan dari seluruh kalangan baik itu organisasi keagamaan, masyarakat khususnya takmir masjid, langgar maupun musholla, program kami tak bisa berjalan dan berhasil dengan sendirinya,” katanya, Senin (28/03/2022).

Lebih lanjut, Edi menjelaskan, adanya dorongan fasilitas dari pemerintah terhadap program keagamaan dalam perjalanannya tak selalu berjalan dengan lancar. Salah satunya Gerakan Etam Mengaji (GEMA) Idaman.

“Salah satunya program Gerakan Etam Mengaji (Gema), saya sudah banyak mendapatkan masukan, namun hemat kami mereka memandang itu dari sisi luar saja, namun itu tetap akan menjadi evaluasi kami,” jelasnya.

Kemudian, ada beberapa sudut pandang terkait program Hafiz Al-Quran. Ada pihak yang mengatakan bahwa seorang Hafiz Al-Quran dapat dikatakan Hafiz, jika telah mengafalkan 30 juz.

“Ada yang menyampaikan kalau satu tahun tidak bisa hafal 30 juz, harus 4 tahun. Jadi seperti itu, padahal hafiz itu tidak mesti 30 juz, ada yang 10 juz atau 20 juz,” ungkap Edi.

Melihat program tersebut hanya satu tahun, Edi berharap 5 sampai 10 juz sudah cukup. Dan sampai saat ini, masih terus berjalan. Jika sampai 30 juz, merupakan pencapaian yang tinggi.

Adanya program satu desa satu Hafiz merupakan hasil dari berkeliling sebanyak 193 desa di zona ulu, dengan ditemukannya kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM) atau guru mengaji.

“Jadi itu yang melatarbelakangi program ini, kita ingin dulu jangka pendeknya memenuhi kekurangan itu, dan saat ini sudah terjawab,” tuturnya.

Edi mengatakan bagian dari program ini, konkritnya bisa memberikan solusi terhadap kekurangan SDM khusus guru-guru mengaji.

“Dan saya bisa membuktikan ketika berkunjung ke desa Menamang Kiri Kukar di tengah perjalanan di dalam hutan itu ada masjid, ternyata imam masjidnya alumni program hafiz Al-Quran, itu sudah memberikan kontribusi sebagaimana latar belakang program itu,” ungkapnya. (adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.