oleh

Dispora Kaltim Gelar Pelatihan Pengurusan Jenazah Bagi Generasi Milenial

Samarinda – Keterampilan dalam bidang keumatan khususnya mengurus jenazah dikalangan generasi millenial sangatlah sedikit.

Dalam agama islam misalnya, hukum mengurus jenazah merupakan fardhu kifayah. Dimana umat islam diwajibkan memiliki ilmu pengetahuan dan keterampilan yakni cara memandikan, mengkafani, hingga menguburkan jenazah sesuai dengan ketentuan syariat islam.

Sehingga dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) mengadakan pelatihan tersebut, pasalnya untuk pelaksanaan fardu kifayah sendiri, masih dilakukan oleh para orangtua.

Pelaksana Tugas (Plt) Kadispora Kaltim, Agus Hari Kesuma saat membuka pelatihan di Aula Dispora Kaltim sangat berterimakasih kepada para instruktur dan narasumber yang meluangkan waktunya dalam pelatihan tersebut.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengucapkan terima kasih kepada para instruktur dan narasumber yang telah menyempatkan waktunya pada kegiatan pelatihan pengurusan jenazah ini,” katanya, Senin (26/10/2020) pagi.

Pelatihan tersebut diikuti sebanyak 20 peserta yang terbagi dari 10 putra dan 10 putri. Dan tahun ini diadakan dalam tiga kelas mengikuti batasan peserta sebagaimana protokol kesehatan COVID-19.

Pria yang akrab disapa Agus berpesan kepada seluruh peserta agar dapat menyerap dan merealisasikan ilmu yang didapat serta mampu berkontribusi dalam menjalankan nilai-nilai agama.

“Ikutilah pelatihan ini dengan serius, semoga ilmu fardhu kifayah ini semakin banyak yang mengetahui dan memberikan manfaat untuk kemaslahatan umat. Setelah mengikuti pelatihan ini, kalian harus dapat menyerap dan mempraktekkan sesuai dengan materi pelatihan di lapangan nantinya,” pesannya.

Pria yang menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial Provinsi Kaltim menambahkan, setelah peserta mengikuti pelatihan mampu menyebarluaskan pengetahuan tata cara pengurusan jenazah, sehingga masyarakat juga tahu dan mampu dalam pelaksanaannya, apabila ada umat islam yang meninggal dilingkungan tempat tinggalnya.

“Melakui pelatihan ini, dapat menciptakan generasi baru yang mampu melaksanakan penyelenggraan jenazah, sekaligus menyamakan persepsi tentang penanganan fardhu kifayah jenazah. Selain itu untuk meningkatkan peran serta dan motivasi masyarakat dalam membentuk lembaga dalam mengurus jenazah,” ungkapnya.

Kelas selanjutnya akan dilaksanakan pada minggu pertama dan minggu kedua bulan November 2020 dengan narasumber pelatihan dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda. (tor)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.