oleh

Jumiati Tetap Menghibur dan Ikhlas, di Tengah Sepinya Pengunjung Museum Mulawarman

Tenggarong, Kaltimnow.id – Sudah setengah abad usia dari badut jalanan itu menghibur anak-anak atau pun para pengunjung yang datang ke Museum Mulawarman. Jumiati namanya sejak dua tahun terakhir, ia menggeluti profesi tersebut di Kota Tenggarong, Kukar.

Jumiati yang mengenakan pakaian beruang cokelat itu tetap bertahan di area museum, sambil duduk diam dan menunggu para pengunjung. Walaupun ia tahu museum tutup akibat adanya COVID-19.

“Kadang ada orang yang habis ziarah ke makam itu, sore-sore datang untuk foto-foto di depan,” katanya, Jumat (19/3/2021).

Jumiati pun menceritakan, selama pandemi ini ia penghasilannya sangat cukup menurun drastis. Bahkan dalam satu hari hanya mendapatkan 5 ribu rupiah.

“Sangat sepi, pernah di bulan Februari kemarin hari Minggu saya dari jam 10 pagi sampai sore hanya 5 ribu dapatnya,” ungkapnya.

Jumiati saat melepas topeng badut beruang
Jumiati saat melepas topeng badut beruang (kaltimnow.id).

Ditanya apakah tidak kepanasan sat mengenakan kostum badut tersebut, Jumiati menjawab sudah biasa dan senang menghibur anak-anak.

“Ya pasti panas tapi saya sudah, pernah saya pakai dari jam setengah 10 pagi sampai setengah 6 tidak saya buka sama sekali,” tuturnya.

Namun, Jumiati tetap ikhlas dan bersabar. Karena ia harus mencari nafkah untuk anak terakhirnya yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama untuk membelikannya kuota internet dalam belajar online atau daring. Sedangkan untuk sang suami, bekerja serabutan yang penghasilannya juga tidak menentu

“Digunakan untuk belajar, karena sekolah masih di rumah. Kalau kakaknya sudah lulus SMK kemarin dan kerja penyewaan sepeda di Pulau Kumala, tetapi pulau masih tutup juga sampai sekarang,” ujar Jumiati sambil tetap tersenyum saat diwawancarai oleh kaltimnow.id.

Jumiati mengaku suka dukanya menjadi badut jalanan di tengah pandemi ini selain penghasilan yang sangat menurun drastis yaitu, adanya salah satu para pengunjung yang foto bersama dia tetapi ia tidak menerima bayaran sama sekali.

“Kadang ada yang foto engga bayar, namanya kita ini mencari rezeki jadi saya juga sudah ikhlas menerimanya,” ujarnya.

Jumiati saat mengenakan kostum badut beruang (kaltimnow.id).
Jumiati saat mengenakan kostum badut beruang (kaltimnow.id).

Untuk aktifitas Jumiati dari pagi sampai jam tiga sore, ia berjualan souvenir khas Kalimantan yang berada di belakang Museum Mulawarman, dan dari sore sampai mahgrib ia menjadi badut.

“Jadi anak saya yang menyewakan sepeda di Pulau Kumala bantu saya jaga toko di belakang, dan saya ke depan. Siapa tahu ada rezekinya di depan,” katanya.

Sambil memegang erat topeng badut, Jumiati berharap COVID-19 cepat segera berlalu dan Museum Mulawarman dapat kembali dibuka serta para pengunjung dapat datang ke museum. (cah/ant).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.