oleh

Kain Sulam Tumpar Jadi Masker, Cara Pengrajin Bertahan di Tengah Pandemi

Kutai Kartanegara – Sulam Tumpar adalah salah satu kerajinan tangan yang ada di Kalimantan Timur. Sulam Tumpar sendiri merupakan pola sulam khas Kalimantan Timur, tepatnya suku Dayak Benuaq di kabupaten Kutai Kartanegara.

Meriana, warga Jalan Gn. Belah Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur sudah menggeluti kerajinan Sulam tumpar selama satu tahun terakhir ini.

Tidak hanya kain Sulam Tumpar tetapi juga dibuat berbagai macam produk, seperti pakaian, tas dan dompet dengan aneka ragam corak.

“Usaha saya ini sudah berjalan lebih dari satu tahun, untuk produk yang saya buat sendiri ini pada dasarnya sih Sulam Tumpar, tetapi ada juga saya menjahit tas dan dompet tenun Ulap Doyo” katanya Meriana, Selasa (24/11/2020) sore.

Wabah virus corona yang melanda Indonesia yang hingga kini belum juga usai, membuat berbagai kegiatan di semua sektor termasuk UMKM menjadi terganggu termasuk Meriana.

Ia mengaku sudah sejak awal kemunculan virus corona ini usahanya semakin hari semakin menurun.

“Kalau ditanya menurun, ya pasti menurun, dan ini saya rasakan sudah dari mulai bulan April kemarin” terangnya.

Di masa pandemi seperti ini, Meriana tidak bisa hanya mengandalkan Sulam Tumpar, tetapi ia juga melihat peluang dengan membuat masker kain Sulam Tumpar.

Disamping kegunaan masker yang sangat dibutuhkan saat ini, Meriana juga menorehkan hasil karyanya pada masker buatanya.

“Kan kalau cuma buat Sulam Tumpar aja sih gak bia mencukupin, akhirnya saya coba melihat peluang dan saya coba buat masker Sulam Tumpar,” jelasnya.

Dengan membuat masker Sulam Tumpar, setidaknya Meriana bisa menutupi kekurangan penjualanya. Hingga kini bisnis masker kain Sulam Tumparnya sudah mendapatkan keuntungan. Bahkan penjualannya kini sudah keluar daerah Kukar seperti Samarinda, Balikpapan, dan Kubar.

“Saya bersyukur penjualan masker kain Sulam Tumpar ini bisa menutupi kekurangan kemarin. dan sampai saat ini penjualan sudah sampai ke Samarinda, Balikpapan dan Kubar,” ucapnya.

Untuk harga masker kain Sulam Tumpar sendiri, Meriana menjualnya dengan harga yang beragam. Untuk satu sisi dipatok Rp 50.000 dan yang dua sisi Rp 80.000 per lembarnya, tergantung dari tingkat kesulitan dalam membuat motifnya.

“Kalau ada yang pesan satu lusin untuk satu sisi harganya menjadi Rp 38.500 per lembarnya dan yang dua sisi harganya Rp 65.000 per lembarnya. Selain masker Sulam Tumpar, produk-produk lain juga ikut meningkat,” pungkasnya. (yue)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *