Samarinda, Kaltimnow.id – Desa wisata perlahan menjadi tulang punggung baru pariwisata Kalimantan Timur. Dari kawasan hutan hujan tropis hingga ekowisata bahari, desa-desa di provinsi ini kini masuk radar nasional sebagai destinasi unggulan berbasis komunitas dan kearifan lokal.
Data Dinas Pariwisata Kalimantan Timur mencatat, hingga pertengahan 2025, terdapat 111 desa wisata yang tersebar di 10 kabupaten/kota. Dari jumlah itu, 72 desa berstatus rintisan, 34 berkembang, dan 5 desa telah dikategorikan maju.
“Ekowisata berbasis hutan, bahari, gua, budaya, dan wisata buatan menjadi lima pilar utama desa wisata kita,” ujar Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, Restiawan Baihaqi, pada Kamis (17/07/2025).
Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi penyumbang desa wisata terbanyak dengan 23 titik, diikuti Kutai Timur (21 desa), dan Berau (19 desa). Kota-kota seperti Bontang, Balikpapan, dan Samarinda juga telah mengembangkan potensi lokal mereka menjadi magnet wisata berbasis komunitas.
Potensi desa wisata di Kalimantan Timur menjadi penting bukan hanya karena keindahan alamnya, tapi juga sebagai bagian dari pengembangan ekonomi inklusif dan keberlanjutan.
“Desa wisata adalah pintu masuk pemberdayaan masyarakat lokal. Kita ingin memastikan bahwa pariwisata tidak sekadar industri, tapi juga wahana pelestarian budaya, lingkungan, dan ekonomi kreatif masyarakat,” ujar pria yang akrab disapa Eki itu.
Dari Pela hingga Derawan
Salah satu desa wisata yang mencuri perhatian nasional adalah Desa Pela di Kabupaten Kutai Kartanegara, yang masuk 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
“Desa Pela telah mendapatkan Anugerah Desa Wisata Indonesia, yang menunjukkan pengakuan atas potensi besar desa ini sebagai destinasi wisata,” kata Ririn Sari Dewi, Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur.
Menurut Ririn, pengembangan infrastruktur wisata di Desa Pela tengah menjadi fokus pemerintah daerah, terutama di kawasan Tiga Danau yang tak jauh dari kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Kawasan ini dinilai strategis sebagai titik masuk wisatawan yang ingin menjelajahi wilayah hulu Mahakam maupun kawasan adat Kutai.
Tak hanya Pela, Pulau Derawan di Kabupaten Berau juga berhasil masuk 50 besar ADWI 2024. Wilayah ini dikenal luas sebagai destinasi snorkeling dan diving kelas dunia. Di wilayah pesisir lain, Desa Malahing di Kota Bontang turut bersaing dalam 75 besar ADWI 2023, dengan potensi wisata bahari dan konservasi budaya nelayan Bajo.
Sementara itu, Pantai Nipah-Nipah di Penajam Paser Utara, kabupaten yang langsung berbatasan dengan kawasan IKN masuk 50 besar ADWI 2024, memperkuat posisi Kalimantan Timur sebagai salah satu episentrum desa wisata potensial di Indonesia. (adv/disparkaltim/mul)