oleh

Lestari Art, Usaha Ukir Kayu dari Desa Long Lalang

Kutai Kartanegara – Warjiman tidak menyangka dulu bekerja sebagai tukang kebun, kini menjadi pengusaha kayu ukir di Desa Long Lalang, Kecamatan Tabang.

Berawal dari membuat ukiran untuk warga sekitar, Warjiman pun mulai merintis usahanya sejak lima tahun silam.

“Dulu cuman bikin ukiran biasa aja mas, tapi lama kelamaan banyak yang bikin gerbang, gapura, perisai,” katanya, Senin (23/11/2020).

Pria berusia 45 tahun ini mengungkapkan pernah mendapatkan pesanan hingga  di kota Bogor, dan Pulau Dewata.

“Jadi dulu ada orang dari Bogor minta bikinkan semacam joglo dan langsung bayar DP Rp20 juta, dan di orang Bali ada yang pesan ukiran saya juga,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan dalam sebulan, dapat meraup keuntungan hingga Rp30 juta, dan para konsumennya kebanyakan meminta menggunakan dengan bahan dasar kayu ulin.

“Sekitar Rp30 an juta dalam sebulan, dan kebanyakan mintanya dari kayu ulin,” jelasnya.

Untuk pekerja sendiri, Warjiman ditemani oleh keenam karyawannya yang merupakan warga sekitar tempat ia tinggal.

“Karyawannya dari orang sekitar sini, para tetangga-tetangga. Sedangkan untuk pemasaran saya upload dari akun facebook,” pungkasnya. (ant).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *