oleh

Pameran UMKM dan IKM Kembali Muncul, Para Pengusaha Mulai Bergairah Lagi

Samarinda, Kaltimnow.id – Tak terasa pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) telah memasuki tahun ke dua. Perlahan dunia pun mulai kembali bergerak dengan kebiasan baru atau new normal.

Hal itu dapat dilihat dari beberapa event yang telah diselenggarakan oleh beberapa pihak, pada tahun 2021 ini. Dimana tujuannya adalah untuk memamerkan kembali kerajinan tangan, olahan makanan, dan produk lainnya yang berciri khas dari daerah mereka masing-masing. Khususnya Kalimantan Timur (Kaltim).

Kaltimnow.id pun menemui Ketua Asosiasi Eksportir dan Produsen Handycraft Indonesia (ASEPHI) Kaltim, Fanti Wahyu Nurvita di salah satu pameran yang diselenggarakan oleh Mercure-Ibis Hotel Samarinda.

Pada kesempatan itu, wanita yang akrab dipanggi Fanti ini menceritakan pada awal pandemi COVID-19 merupakan sebuah takdir untuk dunia. Namun, pada kondisi tersebut para pelaku usaha tidak boleh putus asa.

“Kita melihat dari sisi lain salah satu peluang untuk berkarya tidak biasa. Jadi kita berpikir untuk survive di setiap keadaan apapun. Kita harus bersyukur apapun yang diberikan Tuhan,” katanya, Jumat (30/4/2021).

 

Ketua Asosiasi Eksportir dan Produsen Handycraft Indonesia (ASEPHI) Kaltim, Fanti Wahyu Nurvita.
Ketua Asosiasi Eksportir dan Produsen Handycraft Indonesia (ASEPHI) Kaltim, Fanti Wahyu Nurvita.

 

Pasalnya, di masa pandemi Fanti melihat beberapa peluang yang justru pendapatannya dua kali lipat lebih, jika dibandingkan sebelumnya. Dimana dengan cara berinovasi dan menjadi sebuah solusi apa yang dibutuhkan oleh para konsumen.

“Misalnya masker ini, alhamdulillah booming dan omsetnya itu melebihi dari penjualan hari biasa. Di awal kita semua kena, tetapi sekarang mulai bangkit kembali. Ada teman-teman yang dulunya jualan apa sekarang jualan buah-buahan, itu tidak apa-apa. Jadi intinya kita harus tahu apa kebutuhan masyarakat, dan kita sebagai pemberi solusi atas kebutuhan itu,” ujarnya.

Hal senadapun juga diutarakan oleh Beneh Fashion East Kalimantan Modern, Erwin. Ia mengatakan, dampak dari pandemi yang sempat membuat turunnya dunia parawisata itu cukup dirasakan olehnya dan teman-teman pengusaha lainnya.

“Otomatis dari Beneh sendiri yang mainnya sebagai oleh-oleh atau buah tangan yang dijual ke wisatawan, jadi terasa dampaknya. Kalau menghitung persenannya tidak terhitunglah. Misalnya dalam sebulan itu tidak ada penjualan, karena kosong tidak ada pembeli,” ungkapnya.

Beneh Fashion East Kalimantan Modern, Erwin.
Beneh Fashion East Kalimantan Modern, Erwin.

Namun, dirinya bersama teman-teman ASEPHI terus memutar otak. Dari cara berjualan secara online, melalui media sosial (medsos), marketplace, hingga permintaan kustom dari para konsumen.

Dengan mulainya event-event yang diselenggarakan oleh pihak pemerintah maupun swasta, Erwin bersama para pengusaha lainnya sangat senang dan bersemangat lagi. Dimana mereka dapat kembali memasarkan produk mereka lagi.

“Kita berkumpul bersama-sama untuk berkembang dan diajak dalam beberapa event juga salah satunya di pameran hari ini. Kami semua diundang, dan ini salah satu usaha dan kolaborasi ketemu dengan banyak pihak dan silahturahmi juga dengan sesama pengrajin. Jadi kita terbuka ada kesempatan, geliat promosinya sudah mulai jalan,” pungkasnya. (ant).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *