oleh

Pandemi Covid-19 Melandai, Pertumbuhan Ekonomi dari Sektor Pariwisata di Kukar Meningkat

Kutai Kartanegara, Kaltimnow.id – Pandemi Covid-19 masih belum berakhir, namun Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai meningkat dari sektor pariwisata.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Slamet Hadiraharjo, saat ditemui awak media pada Senin (24/10/2022).

Sejumlah program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar seperti Kukar Kaya Festival (K3F) dan Kukar Berdaya terbukti mampu menjadi magnet untuk mendatangkan pengunjung dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

“Alhamdulillah sejumlah festival yang baru digelar (Festival Kota Raja dan Erau Adat Pelas Benua) pengunjungnya banyak, karena ini bagian hiburan rakyat kita. Tetapi yang paling kita inginkan adalah pergerakan ekonomi rakyat karena diadakan event ini bukan hanya untuk hiburan tapi juga untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Slamet juga menuturkan, digelarnya sejumlah festival selain untuk menggenjot ekonomi masyarakat juga untuk melestarikan budaya yang ada di Kukar.

“Di dalam event itu juga kita lakukan upaya untuk pelestarian seni budaya, kemudian tentu untuk memberdayakan UMKM agar dapat memberikan inovasi produk daerah seperti batik-batik Kutai,” ungkapnya.

Slamet mengatakan kembali dibukanya beberapa objek wisata seperti Pulau Kumala juga turut andil dalam menyumbang PAD Kukar.

“Dalam kurun waktu sebulan, Pulau Kumala sudah mendapatkan sekitar Rp70 juta juga untuk PAD,” tuturnya.

Dilanjutkannya, dengan mulai menggeliatnya sektor pariwisata diharapkan dapat menambah pundi-pundi PAD, dikarenakan Dispar Kukar ditarget PAD yang cukup tinggi tahun ini dari sektor pariwisata.

“Karena kita ditarget tinggi untuk PAD pariwisata yakni Rp 1,8 miliar, tahun ini semoga bisa tercapai meski agak berat karena belum semua destinasi jalan,” tambahnya Slamet.

Dia mengatakan tetap optimis, meski target belum bisa terpenuhi dirinya memastikan akan mengevaluasi objek wisata yang ada di Kukar.

“Tapi saya tetap optimis meskipun target tidak tercapai tapi kita akan evaluasi faktor-faktor apa saja yang menjadi penyebabnya,” tandasnya. (adv diskominfo/ant)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *