oleh

Pemprov Kaltim Sebut Dapat Surplus Anggaran Rp 2 Triliun, Samsun: Ga Istimewa Menurut Saya

Samarinda, Kaltimnow.id – Pemerintah Provinsi Kaltim mengklaim mendapat surplus mencapai Rp 2 Triliun pada tahun Anggaran 2021. Menurut Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim, HM Sa’bani, surplus keuangan daerah teraebut diperoleh dari 3 sumber.

“Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik dan Pendapatan Asli Daerah (Daerah), surplusnya sekitar Rp 2 Triliun,” kata Sa’bani dikutip dari Instagram Pemprov Kaltim, Minggu (03/01/2021).

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun mengatakan bahwa klaim Pemprov Kaltim mendapatkan surplus merupakan hal yang biasa.

Politikus PDI Perjuangan tersebut membeberkan bahwa dana surplus sudah masuk dalam Off Balance Sheet atau dana pengeluaran seimbang yang sudah ditetapkan dalam APBD Murni Kaltim 2021 dengan DPRD Kaltim.

“Surplus 2 triliun tapi pengeluaran 2 Triliun ya sami mawon (sama aja),” imbuh Samsun panggilan akrabnya, Senin (04/01/2021).

Konsep surplus jelasnya, adalah ketika pemerintah mendapatkan anggaran dari hasil selisih pendapatan dan pengeluaran daerah. Sementara, dana 2 Triliun tersebut pada tahun anggaran sebelumnya sudah direncanakan dan memiliki saluran pengunaannya sendiri.

“Ga istimewa menurut saya, kecuali ada surplus terus bisa dimanfaatkan untuk beasiswa, penanganan virus Covid-19 agar semua dapat vaksin, atau peningkatan usaha tani itu baru oke. Kalau sudah terpake, ya bukan surplus lah,” paparnya.

Sebelumnya, Surplus keuangan yang paling besar, paling banyak didapat dari DBH yang digelontorkan dari pusat sebanyak Rp 921 M.

Adapun sumber lainnya berasal dari DAK non fisik sebesar Rp 478 M oleh pemerintah pusat, dan surplus PAD sebesar Rp 592 M.

Sa’bani mengungkapkan, refocusing anggaran dan perubahan pra perkiraan pendapatan karena pandemi Covid-19, menjadi alasan Pemprov Kaltim mendapatkan surplus anggaran.

“Surplus ini target dari APBD perubahan saat pandemi, meskipun masih dibawah yang awal (APBD murni). Tapi kalau (APBD) perubahan itu sudah mencapai target, bahkan melampaui target pendapatan kita,” pungkas Sa’bani. (mel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.