oleh

Program Lapak Madunya TB, Layanan Dinkes Kukar Atasi Penyakit Tuberculosis

Kutai Kartanegara – Memahami pencegahan Tuberculosis (TB), Dinas Kesehatan Kutai Kartanegara pada bulan Oktober 2020 lalu melakukan sosialisasi layanan informasi dan pengaduan proaktif masyarakat peduli penyakit TB (Lapak Madunya TB) secara virtual kepada tenaga puskesmas.

Dilansir dari laman Alodoktor, TBC (Tuberkulosis) yang juga dikenal dengan TB adalah penyakit paru-paru akibat kuman Mycobacterium tuberculosis. TBC akan menimbulkan gejala berupa batuk yang berlangsung lama (lebih dari 3 minggu), biasanya berdahak, dan terkadang mengeluarkan darah.

“Lapak Madunya TB menjadi program kami untuk meningkatkan pelayanan kami yang masih rendah. Nantinya dari tenaga puskesmas bisa mensosialisasikan kepada warga sekitar,” kata Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Sri Suharti, Selasa (08/12/2020) siang.

Suharti menjelaskan setelah pihaknya menerima laporan, maka akan menjemput langsung pasien yang memiliki gejala TB, sebagai mekanisme program Lapak madunya TB.

“Lapak Madunya TB ini secara teknis di lapangan akan menjemput pasien yang memiliki gejala TB. Teman-teman di Dinkes akan menerima laporan itu dan akan ditanyakan kembali seperti alamatnya dimana, misalnya ia di Kelurahan Rapak Mahang, maka petugas puskesmas Rapak Mahang akan mendatangi alamat tersebut untuk dilakukan pemeriksaan,” terangnya.

Dimasa pandemi ini, program Lapak Madunya TB sangat di perlukan, lantaran masarakat yang sakit tidak perlu berpergian keluar untuk berobat. Masyarakat hanya perlu menghubungi pihak kesehatan, setelahnya pihak kesehatan akan langsung datang kerumah.

“Ketika masyarakat menemukan delapan gejala TB, seperti batuk terus menurus selama dua minggu atau lebih, demam, lemas, berat badan menurun, nafsu makan berkurang, lemes, dan berkeringat di malam hari tersebut, mereka tidak perlu datang ke puskesmas tetapi cukup menghubungi call center atau melalui via WA dan mengisi di google forms. Nanti pihak kesehatan akan menjemput langsung di rumahnya.

Lanjutnya, program ini sangat cocok diterapkan untuk keadaan sekarang, apalagi ada peraturan yang mengharuskan masyarakat yang sakit untuk tidak bepergian. (yue)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *