oleh

RSUD AW Sjahranie Samarinda Gelar Workshop Pembedahan Katup Mitral

Samarinda – Dalam rangka memenuhi kebutuhan akan pelayanan kesehatan jantung, saat ini setidaknya ada 19 senter pelayanan bedah jantung baru yang dikembangkan di Indonesia.

Sebagian besar terdiri dari ahli bedah muda yang memiliki keinginan kuat untuk belajar lebih jauh mengenai penyakit katup jantung mitral secara lebih komperhensif dan mendorong para ahli muda baru untuk memiliki standard layanan pembedahan katup mitral yang lebih tinggi.

Namun untuk dapat melakukan pelayanan yang memiliki keluaran yang baik dibutuhkan pengalaman klinis yang mumpuni dan kerjasama tim yang baik.

Tidak dapat dipungkiri bahwa keberhasilan operasi katup mitral tidak hanya ditentukan saat pembedahan, namun juga oleh manajemen pre-operatif yang baik dan informatif, perencanaan strategi pembedahan yang baik, proses pembedahan yang aman, dan pengelolaan paska operasi yang baik.

Hal tersebut selain peran dokter spesialis bedah jantung maka juga melibatkan peran dari dokter spesialis Jantung dan dokter anesthesia yang memperdalam bedah jantung.

Pengenalan dan pengetahuan terhadap penggunaan TEE (Trans-Esophageal Echocardiografi) oleh semua pihak yang terkait dalam layanan bedah katup mitral akan turut memberikan strategi pembedahan yang tepat dan hasil keluaran yang lebih baik.

Dalam laporannya saat acara pembukaan workshop, dr. Ivan Joalsen Mangara Tua, Sp.BTKV, FICS mengatakan untuk mempercepat kurva pembelajaran tim, maka RSUD AW Sjahranie sebagai salah satu center pelayanan Jantung terpadu di Indonesia yang merupakan satu-satunya di Kalimantan berinisiatif menyelenggarakan workshop pembedahan katup mitral yang melibatkan tidak hanya ahli bedah jantung, namun juga dokter spesialis jantung dan anesthesia bedah jantung.

“Harapannya melalui kegiatan workshop ini akan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dokter ahli bedah Jantung dan tim secara komprehensif mengenai pembedahan pada pasien katup Mitral mulai dari persiapan operasi, tindakan operasi hingga perawatan paska operatif,” ungkapnya, Sabtu (29/09/2019).

Workshop yang berlangsung selama 2 hari ini mulai 28-29 September 2019 diikuti lebih dari 30 peserta yang berasal dari center Jantung di Indonesia baik dari Jawa, Sumatera dan Sulawesi serta beberapa dari RS dI wilayah Kalimantan Timur.

Workshop ini diisi dengan kegiatan kuliah tamu dari RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita Jakarta, kajian kasus hingga pelaksanaan operasi katup mitral yang disiarkan dengan demo live dari Ruang Bedah RSUD AW Sjahranie dan dapat di lihat dari ruang pertemuan Buana RSUD AW Sjahranie sehingga memungkinkan kepada seluruh peserta untuk dapat belajar.

Dalam sambutan pembukaannya, Direktur RSUD AW Sjahranie yang diwakilkan oleh dr Nurliana Adriati Noor,MARS menyatakan apresiasi yang sangat besar kepada Tim Pelayanan Jantung Terpadu RSUD AWS, dimana sejak dimulainya pelayanan Bedah Jantung Tahun 2014 hingga saat ini, Tim Jantung terpadu yang terdiri dari spesialis Bedah Jantung, spesialis Jantung dan anestesi serta perawat nya tetap bisa menjaga kekompakan dan mampu memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat baik Kaltim maupun dari luar Kaltim.

“Harapannya kedepan kegiatan ini dapat dilakukan rutin setiap tahun baik untuk kasus yang sama ataupun kasus – kasus jantung lainnya agar semakin baik kualitas pelayanan Jantung di seluruh Center pelayanan Jantung,” kata dr Nurliana. (her)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.