oleh

Sektor Pariwisata Kaltim Terus di Dorong, Elly : Semakin Hari Mulai Tumbuh

Samarinda, kaltimnow.id – Sudah hampir satu tahun virus corona melanda diseluruh dunia, termasuk di Indonesia. Akibatnya semua sektor pun terkena imbasnya. Salah satunya yaitu sektor pariwisata.

Sektor Pariwisata pada awal pandemi mengalami penurunan yang cuup drastis. Pasalnya mereka harus menutup seluruh tempat wisata yang bersifat mengumpulkan orang dengan jumlah yang besar.

Namun, setelah pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan angka kenaikkan kasus COVID-19 dan memasuki era new normal pada bulan Juni 202o lalu, perlahan aktivitas mulai kembali.

Wartawan kaltimnow.id pun mewawancarai Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Ely Hartati Rasyid untuk meminta tanggapannya mengenai kondisi destinasi wisata di Kaltim yang kini para pelakunya mulai berusaha merangkak kembali.

“Setiap daerah kini mulai tumbeh, contohnya di Kukar. Yaitu Kembang Jaong, Taman Gubang, dan Bukit Durian. Dan itu menjadi daya tarik,” katanya, Jumat (4/12/2020).

Kemudian, politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu menjelaskan, walaupun pandemi COVID-19 masih belum hilang, sektor pariwisata khususnya para pelaku maupun pemerintah harus mengambil langkah. Dimana Komisi IV DPRD Kaltim pun akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim.

Selain itu, sektor pariwisata sendiri juga mengalami penurunan dari segi pendapatan dan pengunjung. Namun, pemerintah perlahan sudah mulai beradaptasi dengan keadaan. Dan kini kembali membangun semangat ekonomi masyarakat.

“Kini sektor pariwisata malah mulai untung, dan semakin hari semakin ramai dan terus tumbuh,” jelasnya.

Sehingga, pihaknya pun melalui Komisi IV DPRD Kaltim bersama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim akan terus berusaha agar sektor pariwisata kembali meningkat dari segi para pengunjung dan kembali mengembalikan ekonomi masyarakat sekitar. (adv/ant)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.