oleh

Sepanjang 2021, Kasus Narkoba Peringkat Pertama yang Ditangani Polresta Samarinda

Samarinda, Kaltimnow.id – Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman mengatakan, pihaknya selama tahun 2021 tetap melaksanakan tugas dalam mengungkap kasus-kasus kejahatan, meski disibukkan dengan kegiatan vaksin dan yustisi dalam masa pandemi Covid-19.

“Kita tetap melaksanakan beberapa kegiatan walau pun kondisi disibukkan dengan vaksinasi dan yustisi yang berkaitan dengan Covid-19. Kita berhasil mengungkap beberapa kasus di tahun 2021 ini, saya berterima kasih kepada pihak terkait,” katanya saat konferensi pers di Aula Polresta Samarinda, pada Kamis (30/12/2021).

Sepanjang 2021 ini, jenis-jenis kasus menonjol terutama narkoba, ada 11 jenis kasus menonjol diantaranya yang pertama narkoba tren pertama dengan capaian 227 kasus dari 219 yang diterima. Sehingga ada 74 persen peningkatannya.

Lanjutnya, curanmor dengan jumlah kasus 147 dan kasus yang terselesaikan sebanyak 119, jadi ada 81 persen menurun di banding tahun lalu sebanyak 82 persen. Sementara curat 86 kasus yang ditangkap hanya 83 kasus dengan presentasi 97 persen.

Arif juga menyampaikan, pada kasus pembunuhan ada 4 kasus semuanya dapat terselesaikan,

“Alhamdulillah kita selesaikan semuanya dan ungkap semua kasus tersebut,” ujarnya.

Penipuan ada 12 kasus yang sudah di selesaikan 6 kasus, jadi 50 persen. Penggelapan 95 persen, penganiayan berat sebanyak 36 kita selesaikan 33 jadi 92 persen. Tahun ini juga banyak kasus pengeroyokan sekitar 20 kasus, terselasikan sebanyak 13 kasus.

“Banyak juga kasus pengeroyokan selama tahun 2021, ada 20 kasus namun bisa kita selesaikan 13 kasus, jadi sekitar 65 persen,” ungkapnya.

Dia mengatakan kasus yang menyangkut KDRT ada 17 kasus dan yang terselesaikan 16 kasus, sekitar 95 persen. Lalu Perbuatan cabul 24 kasus dan sudah terselesaikan 22 kasus, jadi sekitar 92 persen penyelesaiannya.

“Jadi total kasus yang bisa kita selesaikan lebih dari 50 persen yakni sebanyak 87,11 persen jumlah kasus 652 bisa terselesaikan sebanyak 568 kasus,” pungkas Arif.

Penulis: Cintia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed