oleh

Usaha Budidaya Jamur Tiram, Shobirin Manfaatkan Lahan di Sekitar Rumah

Kutai Kartanegara – Di tengah pandemi COVID-19 yang masih melanda wilayah Indonesia khsusunya di Kutai Kartanegara, membuat para pengusaha harus survive dalam mempertahankan usaha mereka. Seperti Shobirin yang sudah sembilan tahun menggeluti budidaya jamur tiram putih.

Berlokasi di Jalan Perjuangan Nomor 76 Rt 42, Kelurahan Melayau, Kecamatan Tenggarong, ia bersama sang istri memanfaatkan gubung berukuran 4 kali 5 meter yang berada di sebelah rumahnya untuk budidaya jamur.

“Awalnya ada ikut pelatihan selama dua hari di Kota Samarinda, setelah itu langsung mencoba sambil tanya-tanya juga kepada para petani jamur lainnya,” katanya, Rabu (25/11/2020).

Kemudian, dalam budidaya jamur Shobirin memiliki dua jenis yakni jamur tiram putih dan cokelat. Dimana dua jenis jamur tesebut sangat digemari oleh para konsumennya.

“Dua jenis itu banyak dibeli, bisa dibikin jamur crispy dan ditumis,” ujarnya.

Shobirin mengaku dalam budidaya jamur tidak lah sulit, dan sangat mudah untuk dipraktekkan. Dan selama masa pandemi, ia pun tidak merasakan dampak yang signifikan. Sehingga ia pun dalam sehari dapat panen rata-rata 10 kilogram.

“Alhamdulillah tidak merasakan, dan penjualan juga stabil tidak menurun. Perkilo saya jual dari harga Rp 35.000 sampai Rp 40.000,” ungkapnya.

Selanjutnya, dalam pemasaran ia juga memanfaatkan sosial media, seperti facebook. Dan saat ini ia berencana akan memasarkan jamurnya di luar daerah. Setelah memenuhi pasar di Tenggarong.

“Jika sudah memenuhi pasar di Tenggarong, rencananya akan saya jual ke luar daerah seperti Kota Samarinda hingga Balikpapan. Saya ini saya masih mencari relasi dulu di Samarinda,” tuturnya.

Untuk bahan media jamur sendiri atau biasa disebut baglog, Shobirin menggunakan serbuk kayu somel, dicampur dengan dedak dan kapur pertanian. Dan dicampur dalam satu wadah.

“Kalau sudah dicampur sesuai dengan takaran tinggal ditaruh di gubuk, setelah itu diatur waktunya. Agar nantinya panennya bisa berkelanjutan,” pungkasnya.

Dan saat ini Shobirin telah berhasil membuat siklus panen dalam waktu dua minggu sekali. (ant).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.