Samarinda, Kaltimnow.id – Meski program pendidikan gratis Gratispol terus diperluas oleh Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji, persoalan klasik dunia pendidikan di Kalimantan Timur kembali mencuat: ketimpangan daya tampung SMA akibat tantangan geografis.
Kepala Bidang SMA Disdikbud Kaltim, Jasniansyah, menyebut bahwa secara angka, kapasitas SMA sebenarnya cukup untuk menampung seluruh kebutuhan siswa. Namun, persoalan muncul ketika jarak antarkecamatan sangat jauh dan akses infrastruktur belum merata, terutama di pedalaman dan daerah terisolasi.
“Secara keseluruhan daya tampung SMA memadai. Persoalan krusialnya justru pada jarak dan akses. Banyak wilayah yang terpencil sehingga penumpukan siswa terjadi hanya di titik-titik tertentu,” jelasnya.
Salah satu kasus yang menjadi sorotan adalah di SMA Negeri 1 Jepak, yang sebelumnya mengalami kelebihan pendaftar. Disdikbud bergerak cepat dengan menambah kapasitas dan menyesuaikan sistem penerimaan agar lebih proporsional dan adil bagi semua siswa.
Untuk jangka panjang, Pemprov Kaltim mendorong solusi struktural: penguatan sekolah berbasis asrama, yang memungkinkan siswa dari daerah terpencil tetap mendapatkan pendidikan berkualitas tanpa terbebani jarak tempuh yang melelahkan dan biaya transportasi harian.
Kaltim kini mengakselerasi pengembangan sekolah unggulan seperti:
- SMA Negeri 10 Samarinda
- SMA Negeri 2 Sangatta Utara
- SMA Negeri 3 Tenggarong
Semua sekolah unggulan tersebut gratis sepenuhnya, ditopang oleh program Gratispol, dan seleksinya berbasis prestasi, bukan zonasi.
Selain persoalan daya tampung, Disdikbud Kaltim juga menyoroti jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) yang masih muncul akibat faktor ekonomi dan akses.
“Tidak boleh ada satu pun anak yang kehilangan kesempatan bersekolah. Faktor ekonomi dan geografis tidak boleh menjadi alasan,” tegas Jasniansyah.
Pemprov Kaltim berkomitmen menggandeng pemerintah kabupaten/kota serta berbagai pemangku kepentingan untuk mengintervensi kasus ATS secara langsung di lapangan.
Dengan sinergi pendidikan gratis, penguatan sekolah asrama, dan penanganan agresif masalah ATS, Pemprov Kaltim menegaskan ambisinya menghadirkan akses pendidikan yang benar-benar setara bagi seluruh generasi muda di Benua Etam. (ADV Kominfo Kaltim/Tia)












