Kutai Kartanegara, Kaltimnow.id – Kutai Kartanegara (Kukar) tak mau hanya menjadi halaman belakang Ibu Kota Nusantara (IKN). Dalam pidato perdananya usai dilantik, Bupati Aulia Rahman Basri menegaskan ambisi daerahnya untuk menjadi kekuatan utama yang menopang laju pembangunan Kalimantan Timur dan nasional.
Pidato itu disampaikan dalam Rapat Paripurna ke-15 DPRD Kukar, Senin (30/07/2025). Di hadapan para wakil rakyat, Aulia menyampaikan arah baru pemerintahan dengan mengusung visi Kukar Idaman Terbaik, sebuah cetak biru pembangunan lima tahun ke depan.
“Pemerintahan yang kuat lahir dari kolaborasi yang sehat antara eksekutif dan legislatif. Kukar butuh kerja kolektif dan harmonis untuk menjawab tantangan masa depan,” tegasnya.
Kukar, kata Aulia, saat ini masih bergantung besar pada sektor primer terutama tambang dan hasil alam yang menyumbang lebih dari 72 persen dari PDRB senilai Rp204,7 triliun (2024). Di sisi lain, Kukar memiliki struktur wilayah yang kompleks, dari pesisir hingga hutan tropis, serta berbatasan langsung dengan delapan daerah lain.
Namun menurut Aulia, posisi ini justru bisa jadi keunggulan.
“Letak Kukar sangat strategis. Kalau strategi kita tepat, Kukar bukan sekadar penyangga IKN, tapi justru bisa jadi pusat pertumbuhan baru di Kalimantan Timur,” ujarnya.
Untuk mengeksekusi visi tersebut, Pemkab Kukar merancang tiga pilar utama pembangunan:
- Kukar Maju — ekonomi yang terdiversifikasi dan tangguh.
- Masyarakat Sejahtera — dengan akses merata ke layanan dasar.
- Pembangunan Berkelanjutan — selaras dengan daya dukung lingkungan.
Lima misi strategis turut dipaparkan Aulia sebagai kompas pembangunan:
- Meningkatkan kualitas layanan dasar di bidang pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.
- Mendorong hilirisasi sektor unggulan, termasuk pertanian dan pariwisata.
- Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan profesional.
- Menanamkan pendidikan karakter serta memperkuat pelestarian lingkungan.
- Membangun secara adil dan merata berbasis potensi wilayah.
Semua strategi ini akan dituangkan dalam RPJMD Kukar 2025–2029 yang ditargetkan rampung dan menjadi Perda paling lambat Desember 2025.
Bupati Aulia menegaskan bahwa RPJMD bukan hanya rencana di atas kertas, tapi harus menjadi pedoman yang nyata, terukur, dan berdampak.
“Dokumen ini akan disusun dengan mengacu pada arah pembangunan nasional dan provinsi, supaya Kukar tak melangkah sendiri, tapi sejalan dengan semangat Indonesia Maju,” katanya.
Di akhir sambutan, ia mengajak DPRD, OPD, dan seluruh elemen masyarakat Kukar untuk ikut mengawal penyusunan RPJMD secara terbuka dan akuntabel.
“Kukar tak boleh tertinggal. Kita punya peluang besar di depan mata, tinggal bagaimana kita bergerak bersama untuk mencapainya,” pungkasnya. (adv/diskominfokukar/rob)