oleh

Vaksinasi Massal DPD PDIP Kaltim Mencapai 80 Persen

Samarinda, Kaltimnow.id – Dalam upaya untuk mempercepat program vaksinasi, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) gencar menggelar dan menyalurkan vaksinasi di seluruh daerah di Indonesia.

Sekertaris DPD PDI Perjuangan Kaltim Ananda Emira Moeis mengatakan, vaksinasi ini instruksi dari Ketua Umum PDI Perjuangan, yang meminta seluruh pengurus untuk aktif terlibat dalam penanganan COVID-19 sebagai upaya membantu pemerintah dalam mempercepat kekebalan komunal (Herd Immunity).

Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan Provinsi Kalimantan Timur, berhasil merangkul hampir 80% kepengurusan mulai dari tingkatan daerah hingga anak ranting di setiap desa dan kelurahan dan RT.

“Alhamdulillah, selain dari amanah pimpinan pusat, kami juga berinisiatif untuk melakukan vaksinasi massal di setiap daerah di Kaltim. Ini gencar kita lakukan sejak Februari lalu,” kata Ananda Emira Moeis.

Kegiatan vaksinasi ini, bekerja sama dengan tenaga medis dari Klinik Swasta “Kasih Bunda” yang terletak di Jalan Ahmad Yani, serta Puskesmas TNI Dankesyah Samarinda.

Sementara itu, Ketua panitia vaksinasi PDI Perjuangan, Priskila Eva Randabunga mengatakan, ada 500 dosis yang disediakan dalam kegiatan vaksinasi massal itu. Sasaran untuk vaksin tersebut ialah, seluruh pengurus kader PDI Perjuangan mulai dari tingkat anak ranting hingga pengurus DPD PDI Perjuangan.

“Kita bersyukur, kegiatan ini sudah terlaksana 3 kali. Dan sudah mencapai 80 persen, seluruh pengurus tingkat DPD, DPC, PAC dan ranting sudah di vaksin. Mulai dari dosis 1 hingga booster juga sudah,” beber Eva sapaan akrab perempuan yang aktif di bidang sosial kesehatan itu.

Tema yang diusung oleh partai berlogo banteng ini ialah “PDI Perjuangan Peduli Kesehatan Warga dan Kadernya. Kegiatan vaksin itupun ternyata diminati banyak warga. Diakui Eva, saat menyebar link pendaftaran vaksinasi, tak hanya kader yang mendaftar, namun ada juga warga yang ikut mendaftar.

“Kita suka tiba-tiba minta ajukan penambahan dosis, karena kuota kadang kurang. Ada banyak juga warga yang mendaftar. Bahkan ada yang dari luar kota, seperti dari Kukar dan Bontang itu yang kebetulan di Samarinda. Karena lihat iklan kami, terus ikut daftar,” pungkasnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.