Kukar, Kaltimnow.id — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Provinsi Kalimantan Timur secara resmi melantik Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gelora Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Pelantikan ini merupakan bagian dari rangkaian pembentukan dan penguatan struktur Partai Gelora di 10 kabupaten/kota se-Kalimantan Timur.
Ketua DPW Partai Gelora Kalimantan Timur, Sarwono, menegaskan bahwa struktur kepengurusan DPD Partai Gelora Kukar telah ditetapkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gelora Indonesia dan hari ini resmi dikukuhkan untuk menjalankan tugas organisasi di daerah.
“Pelantikan Partai Gelora Kabupaten Kutai Kartanegara merupakan bagian dari rangkaian pelantikan di 10 kabupaten/kota se-Kalimantan Timur. Struktur ketua, wakil ketua, sekretaris, dan bendahara telah ditetapkan oleh pusat dan hari ini diwujudkan di Kabupaten Kukar,” ujar Sarwono kepada Kaltimnow.id, Jumat (9/1/2026) kemarin.
Dalam arahannya, Sarwono menegaskan bahwa Partai Gelora dibangun sebagai partai milik masyarakat yang berfungsi sebagai wadah aspirasi rakyat. Oleh karena itu, seluruh pengurus dan kader diminta aktif turun ke tengah masyarakat untuk mendengar, mencatat, dan memperjuangkan kebutuhan rakyat.
“Partai Gelora dibangun sebagai partai milik masyarakat yang menggabungkan seluruh aspirasi rakyat. Para pengurus harus turun langsung dan mendengar suara masyarakat,” tegasnya.
Sarwono juga mengingatkan seluruh kader Partai Gelora agar berpolitik secara bermartabat dan menjauhi praktik politik uang. Menurutnya, perjuangan politik tidak boleh semata-mata mengandalkan kekuatan finansial.
“Berpolitik tidak bisa hanya mengandalkan uang. Aturan pemilu sudah jelas, ada KPU dan Bawaslu. Janji dan ikrar kita sudah ada. Masyarakat tidak menginginkan uang Rp200 ribu atau Rp300 ribu, tetapi menginginkan kemakmuran, seperti pendidikan yang terjangkau, lapangan kerja, dan layanan kesehatan yang layak,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sarwono menekankan pentingnya peran edukasi politik yang berkelanjutan oleh kader Partai Gelora, tidak hanya menjelang pemilu, tetapi sebagai kerja politik sehari-hari.
“Kader Gelora harus terus melakukan edukasi politik setiap hari. Jangan pesimis meskipun belum memiliki kursi. Aspirasi rakyat tetap bisa disampaikan kepada kepala daerah dengan cara yang baik dan konstruktif, apalagi di era media sosial saat ini,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Gelora Kabupaten Kutai Kartanegara, Suryadi, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pelantikan yang dihadiri Ketua DPW Partai Gelora Kalimantan Timur serta Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Kukar, Akhmad Taufik Hidayat, yang mewakili Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri.
“Alhamdulillah, hari ini pengurus DPD Partai Gelora Kabupaten Kutai Kartanegara resmi dilantik. Kami fokus membangun dan memperkuat struktur partai hingga ke tingkat kecamatan, desa, dan RT, sekaligus menyosialisasikan visi dan misi Partai Gelora kepada masyarakat,” ujar Suryadi.
Suryadi menegaskan bahwa Partai Gelora Kukar berkomitmen menjalankan proses regenerasi kepemimpinan yang inklusif dengan melibatkan berbagai generasi, termasuk generasi muda.
“Di Partai Gelora terdapat proses regenerasi yang melibatkan berbagai generasi, mulai dari baby boomer, milenial, hingga Generasi Z,” jelasnya.
Ia menambahkan, Partai Gelora Kukar juga membuka ruang diskusi dan pengembangan gagasan bagi kader melalui pembekalan wawasan kebangsaan, keagamaan, geopolitik, dan isu-isu strategis lainnya.
“Kami mengajak generasi muda, khususnya Gen Z, untuk bergabung dan belajar politik secara terbuka melalui Partai Gelora. Ini adalah ruang untuk belajar, berdiskusi, dan berkontribusi langsung bagi bangsa,” pungkasnya. (Ant)












