oleh

Mercure-Ibis Samarinda Siap Pasarkan Produk Unggulan UMKM dan IKM, Serta Genjot Produktivitas

Samarinda, Kaltimnow.id ­– Satu tahun lebih, Pandemi Corona Virus Disease 2019 atau disingkat COVID-19 menghantam dunia, yang menyebabkan terhentinya berbagai bidang termasuk dunia usaha dan parawisata.

Memasuki tahun kedua ditengah COVID-19, perlahan para pelaku usaha mulai bangkit kembali dengan menerapkan adaptasi baru. Banyak cara yang sudah mereka lakukan untuk bertahan. Dalam mendukung hal itu, Mercure-Ibis Hotel Samarinda, bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) mengundang pelaku usaha dari berbagai daerah di Kaltim.

Ditemui secara langsung General Manager (GM) Mercure-Ibis Hotel Samarinda, Budi Wahjono mengatakan kepada media Kaltimnow.id, acara tersebut diadakan selama tiga hari dari tanggal 30 April sampai 2 Mei 2021.

“Tujuannya adalah memperdayakan sumber daya lokal. Apa saja produk lokal yang bisa kita serap dan dukung. Oleh karena itu, kita memprakasai, mengeluarkan ide, untuk mengadakan acara ini,” katanya, Jumat (30/4/2021).

General Manager (GM) Mercure-Ibis Hotel Samarinda, Budi Wahjono.
General Manager (GM) Mercure-Ibis Hotel Samarinda, Budi Wahjono.

Sebanyak 26 stan diisi oleh para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM) pada acara tersebut. Mereka memamerkan produk-produk unggulan mereka dari daerah masing-masing kepada para pengunjung yang datang.

Kaltimnow.id pun menanyakan, apakah ada beberapa produk yang telah dibeli oleh Mercure-Ibis Hotel Samarinda atau yang sudah bekerjasama dalam meningkatkan produktivitas UMKM dan IKM?

Budi pun menjawab ada, seperti di Desa Batuah dan Desa Jembayan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan Desa Malahing, Bontang. Dimana pihaknya sudah bekerjasama selama tiga bulan terakhir ini.

“Jadi contoh di Desa Batuah itu, mereka punya buah naga dimana buah naga itu mereka olah menjadi kerupuk. Jadi saya perkenalkan melalui coffee break kepada para tamu-tamu. Sedangkan dari Desa Malahing, ada sabun dan amplang dari rumput laut. Itu kita jadikan souvenir,” ungkapnya.

Dengan cara begitu, Budi berharap para tamu yang datang akan bertanya dan penasaran untuk mengetahui produk-produk tersebut berasal darimana dan mendatangi langsung ke lokasi pembuatannya.

Sehingga, kerjasama ini bersifat continue dan para pelaku UMKM dan IKM pun tidak kebingunan dalam memasarkan produk mereka.

“Dan kerjasama ini terus, kalau habis kita pesan sistemnya countinu atau berlanjut. Dan umkm ini sudah punya tujuan produksi ini mau di pasarkan kemana sudah kelihatan. Kalau dulu kan siapa yang mau beli dulu. Dan ini pembelinya sudah ada,” pungkasnya. (ant).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed