oleh

Museum Mulawarman Kembali Buka, Kepala Museum : Kapasitas Pengunjung 50 Persen Saja

Samarinda, Kaltimnow.id – Imbas dari Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang terjadi pada wal tahun 2020, membuat dunia parawisata terpukul. Dimana, pemerintah menginstruksikan untuk menutup destinasi wisata, hal itu bertujuan untuk mengurangi pengumpulan massa. Tak terkecuali museum.

Di Kalimantan Timur sendiri, memiliki museum tertua di Indonesia. Karena pandemi, satu tahun lebih lamanya tidak beroperasi kembali. Memasuki tahun 2021 atau tahun kedua di tengah Pandemi COVID-19, pemerintah telah mensosialisasikan adanya new normal serta program vaksin.

Kaltimnow.id pun menghubungi Kepala UPTD Museum Negeri Mulawarman, Jaka Budiana. Ia mengatakan, pihaknya telah mendapatkan surat rekomendasi dari Satuan Tugas (Satgas) Penangan COVID-19, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Dalam surat tersebut berisikan hasil rapat dari Satgas, museum diperkenankan buka mulai H+7 Setelah Idul Fotri 1442 H.

“Kami sudah mendapatkan surat rekomendasi, tetapi kami dari pihak museum langsung melakukan rapat interlan dan menyepakatio untuk membuka kembali museum, pada tangal 24 Mei 2021,” katanya, Jumat (21/5/2021).

Kepala UPTD Museum Negeri Mulawarman, Jaka Budiana.
Kepala UPTD Museum Negeri Mulawarman, Jaka Budiana.

Alasan pihak museum membuka pada tanggal 24 Mei 2021, adanya perbaikan instalasi listrik, beberapa persiapan serta pengecekkan kembali sebelum menerima pengunjung. Ia menegaskan, kepada para pengunjung museum untuk selalu mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes).

“Kami mohon maaf jika ada pengunjung yang tidak memakai masker tidak kami layani, dan akan tidak diperkenankan untuk masuk ke dalam,” tegas pria yang akrab dipangil Jaka.

Selain menindak tegas pengunjung yang kedapatan tidak menggunakan masker, pihaknya juga melakukan pembatasan jumlah pengunjung sebanyak 50 persen saja. Kemudian pihaknya, akanmenutup portal, jika dirasa pengunjung mulai ramai.

“Akan kami stop terlebih dahulu, jika ada rombongan yang akan datang kita alihkan ke tempat lain sebelum memasuki museum. Dan untuk bus sendiri kita batasi tiga bus saja,” ujarnya.

Ditanya mengenai adanya perbuahan jam operasional, Jaka menambahkan, buka setiap hari dari hari Senin sampai Minggu, pukul 09.00 sampai 15.00 WITA. Namun, pihaknya juga akan selalu berkoordinasi dengan pihak terkait COVID-19 Kukar untuk memonitor para pengunjung serta angka kasus. Jika semakin meninggi, kemungkinan besar museum akan tutup kembali.

“Kita berharap ke depannya museum dapat buka seperti hari biasa, dan kita tetap berkomunikasi dengan satgas. Seperti Satpol PP untuk masuk ke dalam mengimbau para pengunjung, dan BPDB yang akan menyemprot disinfektan di areal museum,” pungkasnya. ant.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *