Jakarta, Kaltimnow.id – Pemerintah memperkuat distribusi bantuan logistik ke wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara dengan mengerahkan armada helikopter dan pesawat. Langkah ini menjadi prioritas karena banyak jalur darat masih belum dapat dilalui akibat tertimbun material longsor.
BNPB memastikan pengiriman bantuan melalui udara dilakukan secara intensif ke beberapa titik yang hingga kini masih terisolasi. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa akses darat menuju sejumlah wilayah terdampak masih sepenuhnya tertutup.
“Pada sortie pertama helikopter ini memuat bantuan dengan total seberat 588 kilogram,” ujar Abdul dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Minggu (30/11).
Helikopter BNPB lepas landas dari Bandara Kualanamu, Medan, untuk menjangkau daerah-daerah yang terputus dari akses darat. Selain itu, pesawat Cessna Caravan PK-SNG juga dikerahkan dari Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, menuju Bandara Rembele di Bener Meriah.
Dalam penerbangan perdananya, pesawat tersebut membawa 50 karton mi instan, lima karton eprokal, naraga, generator listrik (genset), perangkat Starlink, serta pasokan bahan bakar minyak (BBM) guna memastikan kelancaran komunikasi dan penerangan di kawasan terdampak.
Sementara itu, dukungan jalur udara juga diperkuat melalui TNI dan Basarnas. Akun resmi Sekretariat Kabinet menyampaikan bahwa “Sampai dengan hari ini, Pemerintah telah mengirimkan total 11 helikopter TNI & Basarnas dari Jakarta ke lokasi daerah terdampak bencana.”
Sebanyak sembilan helikopter telah berada di lokasi sejak 26 November 2025, sedangkan dua unit tambahan telah diterbangkan menyusul dari Jakarta untuk mempercepat proses distribusi logistik ke titik-titik yang paling sulit dijangkau. (Ant)








